Hari ini jam menunjukan angka
07.00 pagi, pertanda Linda harus segera berangkat ke sekolah menggunakan
kendarann umum yang biasa membawanya pergi ke sekolah.
Beberapa saat kemudian Linda
sudah berada tepat di gerbang sekolah bertuliskan SMA Negeri 2 Samarinda, ia
tidak sabar untuk bertemu Nita di kelas dan menceritakan hubungannya dengan
Bimo yang berjalan lancer.
“ Nit,
tadi malam Bimo nembak aq, tau gak dia bilang apa?” Kata Linda menjelaskan
dengan penuh antusias.
“ Trus
dia bilang apa?” Tanya Nita penasaran.
“ Kamu
pilih mana dari tiga kalimat “ aku minta maaf, Terima kasih, atau Aku
mencintaimu?”
“ Jadi
kamu pilih mana?” Kata Nita tambah penasaran.
“ Aku
jelas milih kata yang terakhir hehehe.” Jawab Linda dengan senyum lebarnya.
“ Kamu
kok gak nanya balik sih Bimo milih kata apa?” kata Nita kecewa pada sahabatnya
yang kurang agresif.
“ Jelas
lah aku nanya balik, mau tau dia bilang apa?” kata Linda membuat pensaran
sahabatnya.
“ apa?”
“ dia
bilang aku minta maaf karena sudah bermain di hatimu, dan aku berterima kasih
sudah mengijinkan aku untuk dekat denganmu dan aku sangat mencintaimu Linda.”
Ujar Linda menjelaskan dan dari raut wajahnya sudah jelas bahwa ia sangat
bahagia.
“ Wah
selamat yah Lin, gak nyangka sahabatku udah punya pacar sekarang.” Nita pun
senang dan memberikan selamat kepada Linda.
Setelah kabar berita itu Linda pun menjadi berubah jadi
sering tertawa lepas dan terkadang senyum sendiri membuat seisi kelas bingung
dan tanpa Linda sadari ada seseorang di ujung ruangan yang sedang
memperhatikannya.
“
Anak-anak kerjakan soal halaman 125, soal nomor satu sampai sepuluh yah, ibu
beri waktu setengah jam.” Kata Ibu Diana mengingatkan.
“ Waduh
Nit, bahaya nih aku tadi malam gak ada belajar lagi.” Kata Linda kaget .
“
Makanya jangan pacaran mulu sama Bimo.” Kata Nita mengejek sahabatnya dan mulai
mengerjakan soal satu demi satu.
“ Nit,
bantuin aku dong gak ngerti nih.” Pinta Linda kepada sahabatnya.
“ Tuh
minta bantuan sama Ardi aja dia paling ngerti soal-soal ginian.” Jelas Nita.
Dengan malu-malu akhirnya Linda mendekati Ardi dan meminta
bantuannya untuk menjelaskan tentang soal-soal yang rumit ini.
“ Emmm
Di,, aku boleh gak duduk di sini?.” Tanya Linda
“ Iyaa boleh, duduk aja.” Kata
Ardi mempersilahkan dan menyimpulkan senyum manisnya.
“ Emmm makasih yah,,gini loh Di,
aku gak ngerti rumus-rumus ini.”
Sepuluh menit kemudian Ardi
menjelaskan dengan detil tentang rumus-rumus yang harus di gunakan Linda untuk
mengerjakan tugas tersebut, tidak berapa lama Linda sudah menggangguk-angguk
mengerti dan mencoba mengerjakan tugasnya.
Tanpa diketahui Linda, Ardilah
orang yang selalu memperhatikannya, tetapi tidak pernah mengajak Linda
berbicara lebih jauh lagi selain tentang rumus dan pelajaran.
Jam dinding sekolah sudah
menunjukan pukul 14.00 dan bunyi bel penanda pelajaran usai sudah berbunyi,
Linda bergegas pergi tanpa pamit kepada Ardi yang sudah membantunya mengerjakan
tugas, karena Linda harus bergegas ke parkiran sekolah menemui Bimo di sana yang
sudah menunggunya.
“ Maaf Bim, telat tadi aku lagi
ujian,, emmm tumben jemput?.” Tanya Linda iseng berharap akan ada
pernyataan-pernyataan asmara seperti tadi malam.
“ Emm, mulai hari ini aku yang
antar jemput yah kasian kamu pulang pergi sendiri.” Kata Bimo menjelaskan.
“ Tapi kan sekolah kita beda,
kalau kamu harus jemput aku dulu baru ke sekolah kan bisa telat.” Kata Linda
memancing untuk perkataan Bimo selanjutnya.
“ Apa sih yang gak buat kamu,
sekarang kan kita pacaran.” Ujar Bimo menggoda dan tersenyum manis.
“Deg,, Deg,,,” suara jantung
Linda berdetak cepat menandakan ia sedang jatuh cinta.
“ Kok bengong,, gak suka yah
kalau aku bilang kita pacaran?.” Kata Bimo mengagetkan.
“ Ennggg,, ennggak gitu Cuma
kayak mimpi aja.” Jelas Linda dan membalas senyum kepada Bimo yang canggung.
“ Apa perlu ku cubit biar kamu
bisa bedain ini mimpi atau kenyataan?.” Goda Bimo lagi dan tersenyum kembali
menandakan ia membalas cinta Linda.
“ Udah ah jalan yok.” Kata Linda
dan kemudian naik ke belakang motor Bimo dan duduk manis di belakang Bimo.
Dan perlahan tapi pasti Bimo
menjalankan motornya mengajak Linda berkeliling dan menikmati pemandangan
berdua.
Setelah satu jam berkeliling
Bimo pun mengantarkan Linda pulang dan berpamitan.
“ Tunggu dulu, mulai sekarang
aku mau nyium tangan kamu, biar kita kayak Umi dan Abi hehe..” kemudian Bimo
memberikan tangan kanannya dan di cium oleh Linda begitu Linda bangkit Bimo
sigap dan mengecup ujung kening Linda.
“ EEhh,, berani yah, malu tau
nanti di liat orang tuaku.”
“ Di liat juga gpp,, aku sudah
siap kalaupun di suruh untuk melamarmu.” Ujar Bimo.
Sedetik kemudian Linda hanya
tersipu malu dengan pernyataan Bimo barusan, sejurus kemudian Bimo meninggalkan
Linda dan memacu motornya untuk pulang, Linda pun hanya melambaikan tangan dan
tersenyum manis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar