Kamis, 02 Mei 2013

Silahkan Berikan Judul Yang tepat yah teman :D


Hari ini jam menunjukan angka 07.00 pagi, pertanda Linda harus segera berangkat ke sekolah menggunakan kendarann umum yang biasa membawanya pergi ke sekolah.
Beberapa saat kemudian Linda sudah berada tepat di gerbang sekolah bertuliskan SMA Negeri 2 Samarinda, ia tidak sabar untuk bertemu Nita di kelas dan menceritakan hubungannya dengan Bimo yang berjalan lancer.
                “ Nit, tadi malam Bimo nembak aq, tau gak dia bilang apa?” Kata Linda menjelaskan dengan penuh antusias.
                “ Trus dia bilang apa?” Tanya Nita penasaran.
                “ Kamu pilih mana dari tiga kalimat “ aku minta maaf, Terima kasih, atau Aku mencintaimu?”
                “ Jadi kamu pilih mana?” Kata Nita tambah penasaran.
                “ Aku jelas milih kata yang terakhir hehehe.” Jawab Linda dengan senyum lebarnya.
                “ Kamu kok gak nanya balik sih Bimo milih kata apa?” kata Nita kecewa pada sahabatnya yang kurang agresif.
                “ Jelas lah aku nanya balik, mau tau dia bilang apa?” kata Linda membuat pensaran sahabatnya.
                “ apa?”
                “ dia bilang aku minta maaf karena sudah bermain di hatimu, dan aku berterima kasih sudah mengijinkan aku untuk dekat denganmu dan aku sangat mencintaimu Linda.” Ujar Linda menjelaskan dan dari raut wajahnya sudah jelas bahwa ia sangat bahagia.
                “ Wah selamat yah Lin, gak nyangka sahabatku udah punya pacar sekarang.” Nita pun senang dan memberikan selamat kepada Linda.
Setelah kabar berita itu Linda pun menjadi berubah jadi sering tertawa lepas dan terkadang senyum sendiri membuat seisi kelas bingung dan tanpa Linda sadari ada seseorang di ujung ruangan yang sedang memperhatikannya.
                “ Anak-anak kerjakan soal halaman 125, soal nomor satu sampai sepuluh yah, ibu beri waktu setengah jam.” Kata Ibu Diana mengingatkan.
                “ Waduh Nit, bahaya nih aku tadi malam gak ada belajar lagi.” Kata Linda kaget .
                “ Makanya jangan pacaran mulu sama Bimo.” Kata Nita mengejek sahabatnya dan mulai mengerjakan soal satu demi satu.
                “ Nit, bantuin aku dong gak ngerti nih.” Pinta Linda kepada sahabatnya.
                “ Tuh minta bantuan sama Ardi aja dia paling ngerti soal-soal ginian.” Jelas Nita.
Dengan malu-malu akhirnya Linda mendekati Ardi dan meminta bantuannya untuk menjelaskan tentang soal-soal yang rumit ini.
                “ Emmm Di,, aku boleh gak duduk di sini?.” Tanya Linda
“ Iyaa boleh, duduk aja.” Kata Ardi mempersilahkan dan menyimpulkan senyum manisnya.
“ Emmm makasih yah,,gini loh Di, aku gak ngerti rumus-rumus ini.”
Sepuluh menit kemudian Ardi menjelaskan dengan detil tentang rumus-rumus yang harus di gunakan Linda untuk mengerjakan tugas tersebut, tidak berapa lama Linda sudah menggangguk-angguk mengerti dan mencoba mengerjakan tugasnya.
Tanpa diketahui Linda, Ardilah orang yang selalu memperhatikannya, tetapi tidak pernah mengajak Linda berbicara lebih jauh lagi selain tentang rumus dan pelajaran.
Jam dinding sekolah sudah menunjukan pukul 14.00 dan bunyi bel penanda pelajaran usai sudah berbunyi, Linda bergegas pergi tanpa pamit kepada Ardi yang sudah membantunya mengerjakan tugas, karena Linda harus bergegas ke parkiran sekolah menemui Bimo di sana yang sudah menunggunya.
“ Maaf Bim, telat tadi aku lagi ujian,, emmm tumben jemput?.” Tanya Linda iseng berharap akan ada pernyataan-pernyataan asmara seperti tadi malam.
“ Emm, mulai hari ini aku yang antar jemput yah kasian kamu pulang pergi sendiri.” Kata Bimo menjelaskan.
“ Tapi kan sekolah kita beda, kalau kamu harus jemput aku dulu baru ke sekolah kan bisa telat.” Kata Linda memancing untuk perkataan Bimo selanjutnya.
“ Apa sih yang gak buat kamu, sekarang kan kita pacaran.” Ujar Bimo menggoda dan tersenyum manis.
“Deg,, Deg,,,” suara jantung Linda berdetak cepat menandakan ia sedang jatuh cinta.
“ Kok bengong,, gak suka yah kalau aku bilang kita pacaran?.” Kata Bimo mengagetkan.
“ Ennggg,, ennggak gitu Cuma kayak mimpi aja.” Jelas Linda dan membalas senyum kepada Bimo yang canggung.
“ Apa perlu ku cubit biar kamu bisa bedain ini mimpi atau kenyataan?.” Goda Bimo lagi dan tersenyum kembali menandakan ia membalas cinta Linda.
“ Udah ah jalan yok.” Kata Linda dan kemudian naik ke belakang motor Bimo dan duduk manis di belakang Bimo.
Dan perlahan tapi pasti Bimo menjalankan motornya mengajak Linda berkeliling dan menikmati pemandangan berdua.
Setelah satu jam berkeliling Bimo pun mengantarkan Linda pulang dan berpamitan.
“ Tunggu dulu, mulai sekarang aku mau nyium tangan kamu, biar kita kayak Umi dan Abi hehe..” kemudian Bimo memberikan tangan kanannya dan di cium oleh Linda begitu Linda bangkit Bimo sigap dan mengecup ujung kening Linda.
“ EEhh,, berani yah, malu tau nanti di liat orang tuaku.”
“ Di liat juga gpp,, aku sudah siap kalaupun di suruh untuk melamarmu.” Ujar Bimo.
Sedetik kemudian Linda hanya tersipu malu dengan pernyataan Bimo barusan, sejurus kemudian Bimo meninggalkan Linda dan memacu motornya untuk pulang, Linda pun hanya melambaikan tangan dan tersenyum manis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar